Menahan Syahwat

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Uliyyah dari Ibnu ‘Aun dari Ibrahim ia berkata; Al Aswad dan Masruq menemui ‘Aisyah dan bertanya, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencumbu isterinya di saat berpuasa?” ia menjawab, “Ya, beliau pernah melakukannya. Tetapi beliau lebih mampu menahan syahwat dari pada kalian. ”
HR. Ibnu Majah

Keistimewaan Rasulullah Dalam Menahan Syahwatnya

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il bin Uliyyah dari Ibnu ‘Aun dari Ibrahim ia berkata; Al Aswad dan Masruq menemui ‘Aisyah dan bertanya, “Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencumbu isterinya di saat berpuasa?” ia menjawab, “Ya, beliau pernah melakukannya. Tetapi beliau lebih mampu menahan syahwat dari pada kalian. ”
HR. Ibnu Majah

Mendatangi Pasangan Ketika Bersyahwat

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Mu’awiyah yakni Ibnu Shalih, dari Azhar bin Sa’id Al Harazi ia berkata, saya mendengar Abu Kabsyah Al Anmari berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sedang duduk bersama para sahabatnya, kemudian beliau masuk (ke dalam rumah) dan kembali lagi dalam keadaan telah mandi.
Maka kami bertanya, “Wahai Rasulullah, adakah sesuatu telah terjadi?” Beliau menjawab, “Benar, seorang wanita telah lewat di hadapanku hingga syahwatku terhadap wanita bangkit, maka aku pun mendatangi salah seorang dari istri-istriku dan mencampurinya.
Maka hendaklah kalian melakukan yang demikian itu, karena sebaik-baik dari yang kalian lakukan adalah mendatangi (isteri) yang halal.”
HR. Ahmad