Masalah Hisab

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Tidak seorang pun yang dihisab, kecuali ia akan binasa.”
Aisyah berkata; Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, Allah telah menjadikanku sebagai tebusanmu,
bukankah Allah telah berfirman: ‘Maka barangsiapa yang didatangkan kitabnya dari sebelah kanannya, maka niscaya ia akan dihisab dengan perhitungan yang ringan? ‘”
beliau menjawab: “Itulah adalah Al ‘Ardlu (hari ketika amal ditampakkan) Namun siapa saja yang hisabnya diperdebatkan, maka dia akan binasa.”
(HR. Bukhari)

Lamanya Orang Kaya Masuk Surga

Kebanyakan orang selalu berfikir jika orang kaya adalah orang yang banyak rezekinya.
Padahal Jika semakin banyak harta akan semakin lama seseorang masuk surga, disebabkan oleh Hisab nya.
Harta orang kaya akan ditanya darimana ia mendapatkannya, dan untuk apa saja ia mengeluarkan hartanya.
Semua tidak akan luput di hari Peng Hisab an nanti.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:
“Orang-orang miskin masuk surga 500 Tahun terlebih dahulu sebelum orang-orang kaya.”
(HR. Tirmidzi)

Tafsir Surat Az-Zalzalah Dan Terjemahan

Surat Az-Zalzalah (Kegoncangan)
8 Ayat • Surat ke 99 • Madaniyah

Surat Az-Zalzalah Ayat 1

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat),

Tafsir: (Apabila bumi diguncangkan) yaitu mengalami gempa di saat hari kiamat tiba (dengan guncangannya) yang amat dahsyat sesuai dengan bentuknya yang besar.

Surat Az-Zalzalah Ayat 2

وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا

2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya,

Tafsir: (Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya) berupa semua perbendaharaan yang dikandungnya termasuk orang-orang mati, kemudian semuanya itu dicampakkan ke permukaannya.

Surat Az-Zalzalah Ayat 3

وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا

3. dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (menjadi begini)?”,

Tafsir: (Dan manusia bertanya) yakni orang yang ingkar kepada adanya hari berbangkit (“Mengapa bumi jadi begini?”) ia mengatakan demikian dengan nada ingkar kepada kenyataan yang sedang mereka alami ketika itu, yaitu keadaan menjelang hari kiamat.

Surat Az-Zalzalah Ayat 4

يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا

4. pada hari itu bumi menceritakan beritanya,

Tafsir: (Pada hari itu) menjadi Badal dari lafal Idzaa berikut Jawabnya (bumi menceritakan beritanya) yaitu menceritakan semua amal perbuatan yang telah dilakukan di atas permukaannya, amal baik dan amal buruk.

Surat Az-Zalzalah Ayat 5

بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَىٰ لَهَا

5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya.

Tafsir: (Karena sesungguhnya) hal itu terjadi disebabkan karena (Rabbmu telah memerintahkan kepadanya) yang demikian itu. Di dalam sebuah hadis disebutkan, “Setiap hamba laki-laki dan perempuan menyaksikan (pada hari itu) semua amal perbuatan yang telah dilakukannya di muka bumi.”

Surat Az-Zalzalah Ayat 6

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

6. Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka,

Tafsir: (Pada hari itu manusia keluar) maksudnya mereka berangkat meninggalkan tempat penghisaban (dalam keadaan yang bermacam-macam) yakni terpisah-pisah; ada yang mengambil jalan ke kanan yaitu menuju ke surga dan ada yang mengambil jalan ke kiri yaitu menuju ke neraka (supaya diperlihatkan kepada mereka pekerjaan mereka) maksudnya balasan amal perbuatan mereka, berupa surga atau neraka.

Surat Az-Zalzalah Ayat 7

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

7. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

Tafsir: (Maka barang siapa yang mengerjakan seberat zarah) atau seberat semut yang paling kecil (kebaikan, niscaya dia akan melihatnya) melihat pahalanya.

Surat Az-Zalzalah Ayat 8

وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

8. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Tafsir: (Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihatnya pula) artinya dia pasti akan merasakan balasannya.